(Masih) Pelanggaran Hak Cipta, Giliran Citra Niaga "Diobok-Obok"

00-CITRA3

SAMARINDA – Setelah beberapa waktu lalu melakukan penegakan hukum di bidang HKI (Hak Kekayaan Intelektual) berupa pelanggaran hak cipta program komputer, optical disc, CD, VCD, DVD bajakan, lagu atau musik dan lainnya di dua kota utama Kaltim, Balikpapan dan Samarinda, Tim Penegakan Hukum Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Kaltim kembali turun ke lapangan menggelar aksi serupa. Kali ini giliran kawasan pusat perbelanjaan Citra Niaga, di kawasan pusat Kota Samarinda yang dijadikan sasaran tim melakukan penegakan hukum, tepatnya Selasa (24/6) lalu.

Dipimpin Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kanwil Kemenkumham Kaltim, Agus Sartono SH MH, tim fokus kepada para pedagang VCD dan DVD bajakan di kawasan Citra Niaga yang kabarnya merupakan agen atau pemasok beredarnya VCD dan DVD bajakan di Kota Samarinda, Tenggarong dan Bontang. "Atas perintah Pak Kakanwil (Leo Detri SH MH, red), kami tak mau upaya kami melakukan penegakan hukum di bidang hak cipta berhenti di tengah jalan. Makanya kami pastikan akan menindak tegas semua pedagang VCD dan DVD bajakan tanpa pilih kasih," ujar Agus Sartono.

00-CITRA

Walau demikian, aksi kali itu tetap dilakukan dengan langkah preventif, yakni dengan memberikan surat imbauan kedua kepada para pedagang yang masih didapati menjual produk ilegal berupa VCD dan DVD bajakan. Surat himbauan yang diserahkan kepada para pedagang itu sendiri berisi tiga poin yakni menghimbau agar tidak menyediakan fasilitas baik dalam bentuk toko, ruangan atau lapak untuk menjual atau memperdagangkan barang-barang hasil pelanggaran Hak Cipta yakni VCD, CD, DVD, Play Station, program komputer, buku atau hasil pelanggaran HKI lainnya.

"Kami masih imbau kepada para pedagang untuk segera menarik dan tidak menjual barang-barang hasil pelanggaran hak cipta. Apabila tidak mengindahkan imbauan tersebut maka Kanwil Kemenkumham Kaltim dalam waktu relatif tidak terlalu lama akan mengambil tindakan hukum sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta," tambah Agus Sartono.

00-CITRA2

Beranggotakan Eko Yuli Santoso SH, Sugiono Amd. Im. MPA, Muhammad Darwin dan Endar Nata Sanjaya, upaya tim melakukan tindakan tegas tersebut sempat diwarnai aksi keberatan para pedagang. Menurut seorang pedagang di kawasan Citra Niaga bernama Heldi, pihaknya siap mengikuti aturan dan berhenti melakukan aktivitas berdagang VCD dan DVD bajakan. "Asalkan semua pedagang VCD dan DVD bajakan se-Samarinda ditutup serentak. Kami tidak mau hanya kami saja yang ditindak tegas, sementara pedagang yang lain tetap berjualan semaunya," ungkap Heldi.

Menanggapi hal itu, Agus Sartono pun memastikan jika Tim Penegakan Hukum Kanwil Kemenkumham akan menindak tegas semua pedagang VCD dan DVD bajakan se-Kaltim. "Jangan khawatir. Lingkup kerja kami se-Kaltim. Dan adalah tugas kami melakukan penindakan terhadap para pedagang VCD dan DVD bajakan. Mengenai itu, sebagai penyidik adalah tugas kami melakukan penindakan tegas tanpa pandang bulu. Yang jelas, kami terus bergerak menindak tegas kepada mereka yang telah melanggar Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta," tegas Agus Sartono.  (ENDARNATA/HUMAS)