Home

Profil

Satuan Kerja

Produk Hukum

Layanan Publik

Pusat Informasi

Survey IKM

Pencarian Data

00-pilpress

SAMARINDA – Sebanyak 3.814 orang warga binaan yang ada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) se-Kalimantan Timur tercatat menggunakan hak pilihnya dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) yang berlangsung 9 Juli lalu. Mereka berasal dari 10 Lapas/Rutan se-Kaltim yakni Lapas Samarinda, Lapas Balikpapan, Lapas Tarakan, Lapas Tenggarong, Lapas Nunukan, Lapas Narkotika, Rutan Samarinda, Rutan Balikpapan, Rutan Tanah Grogot dan Rutan Tanjung Redeb.

Hal tersebut terlihat dari hasil rekapitulasi perhitungan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2014-2019 di Lapas/Rutan se-Kaltim yang disampaikan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM Kaltim kepada Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM RI. Dalam rekapitulasi tersebut, dari 3.814 warga binaan yang menggunakan hak pilihnya tersebut, 1.322 orang memilih pasangan nomor urut 1 yakni Prabowo-Hatta, dan 2.432 orang memilih pasangan nomor urut 2 yakni Jokowi-Jusuf Kalla.

"Sementara suara tidak sah dari 3.814 pemilih tersebut tercatat berjumlah 69," jelas Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Kaltim, Leo Detri.

Sekadar diketahui, jumlah hunian di 10 Lapas dan Rutan se-Kaltim pada 9 Juli lalu tercatat berjumlah 5.728 orang dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) 4.884 orang. "Tapi yang menggunakan hak pilihnya hanya 3.814 orang saja. Jumlah tersebut cukup tinggi dibandingkan Pemilihan Legislatif April lalu," tambah Leo Detri.

Sementara itu Ketua KPPS 02 di Lapas Samarinda Pujianto mengatakan, proses perhitungan suara di TPS 02 berakhir sekitar pukul 13:20 Wita. "Dari hasil perhitungan kami, pasangan nomor urut 1 Jokowi-Jk unggul dengan perolehan 132 suara, sedangkan Prabowo-Hatta mendapat 54 suara. Jumlah pemilih di TPS 02 sebanyak 189 orang, sedangkan suara tidak sah ada 3 suara," ungkap Pujianto kepada wartawan usai proses perhitungan suara di TPS 02 lantai II Gedung Lapas Klas II A Samarinda, Rabu (9/7/2014).

Dijelaskan Pujianto, seluruh pemilih di TPS 02 merupakan warga binaan/narapidana Lapas Samarinda berjenis kelamin laki-laki. Sedangkan pemilih di TPS 12, sebagian pemilih laki-laki dan sebagian juga pemilih perempuan.

Hal senada dikatakan Andi Hasnaini Ketua KPPS 12 (Lapas Samarinda). Menurut Andi Hasnaini, di TPS 12 berdasarkan hasil perhitungan manual, pasangan Jokowi-JK unggul dengan perolehan 119 suara dari total 191 pemilih, sedangkan pasangan nomor 2 Prabowo-Hatta hanya mendapat 65 suara dan suara tidak sah sebanyak 7 suara, jelasnya.

Proses penghitungan suara di dua TPS yang ada di Lapas Samarinda berlangsung aman dan lancar. Sebagian warga binaan tampak ikut menyaksikan proses penghitungan suara Pilpres tersebut. Sementara Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Kota Samarinda Gumelar mengatakan, proses pemilihan atau pemungutan suara di dua TPS di Lapas Samarinda berlangsung aman,tertib, terkendali. "Kami bersyukur proses pemilihan berjalan aman, tertib dan lancar," ujar Gumelar. (ENDARNATA/HUMAS)